June122014

Pagi ini menyapamu saja aku berbebar, pun menunggu jawabmu, bagaimana aku membohongi diriku jika seperti ini

Engkau adalah tulisan tentang keindahan yang aku mengakuinya tapi tak mengatakannya padamu

June52014
May112014

Malam ini rindu adalah kata yang dialiri teh, pada kota-kota lain dan lampu yang menyala. Kamu dan puisi-puisi tadi pagi adalah kenangan yang bergemuruh di dinding yang dicat putih. Serupa ini semacam bukan caraku menulis, tapi kamu berbeda dalam banyak sekali hal, maka di bagian mana kamu meletakkan nama, aku mengangguk saja.

March182014
adithyaarifin:

Karena bumi bukan hanya kota dan peradaban

adithyaarifin:

Karena bumi bukan hanya kota dan peradaban

February282014

Aku memilih diam karena tak cukup berani , kamu menunggu dan seperti memberiku teka-teki maka daripada saling menyakiti mari sejenak menepi

February272014
“Cinta tak pernah meminta untuk menanti. Ia mengambil kesempatan atau mempersilakan. Ia adalah keberanian atau pengorbanan.”

 Ali bin Abi Thalib (via kurniawangunadi)

Ini bukan ucapan Ali bin Abi Thalib sebenarnya. Melainkan ditulis oleh Salim A. Fillah dalam buku Jalan Cinta Para Pejuang pada bab “Mencintai Sejantan Ali”, yang mengisahkan kisah cinta Ali dan Fathimah. Adapun paragraf yang tertulis di buku tersebut sebagai berikut:

Inilah persaudaraan dan cinta, gumam Ali. Aku mengutamakan Abu Bakar atas diriku, aku mengutamakan kebahagiaan Fathimah atas cintaku. Cinta tak pernah meminta untuk menanti. Ia mengambil kesempatan atau mempersilakan. Ia adalah keberanian atau pengorbanan.

via jurnalramadhan

(via dzikraiserplus)

(via kurniawangunadi)

February212014
February192014
February172014

Karena di hati ini kamu pernah tinggal dan lekat, pun dalam pikir dan perasaan, melihatmu bersamanya membuat semua hal tentangmu semakin memenuhi ingatan, lalu dengan cara apa aku melupamu?

January252014

dimana kau letak pesonamu, pada nyala lampu kota, pada sunyi yang gigil, senyummu musim

← Older entries Page 1 of 7
Follow @andrea_zein >