August112014

Aku membayangkan sedang menyusun dan merangkai semua pesan dan percakapan kita selama ini yang tersimpan di telepon genggamku. Maksudku, semua yang selama ini tidak kamu tahu, tentang senyumku saat menerima pesan-pesan singkatmu, perihal bagaimana raut mukaku ketika membaca balasamu, debar dan degup jantungku ketika menunggu jawabanmu, bahkan pikiran-pikiranku tentang dirimu. Seluruhnya, pun tentu saja dengan perasaanku padamu sebenar-benarnya, kemudian aku melipatnya dengan rapi dan kumasukkan dalam.kotak biru untuk besok pagi aku antar ke kantor pos dengan tujuan alamat rumahmu. Maka esoknya, kamu membuka kotak itu dikamarmu, lalu kamu telah mengetahui segalanya tentang perasaanku. Tapi tidak, sesungguhnya ada lelaki yang lebih memilih menyimpan dengan rapi perasaanya, menyembunyikan itu sedalam-dalamnya.

Selasa dini hari, 12 Agustus 2014, Kubu Raya

July262014
“…… Sementara introvert adalah kelompok minoritas dalam masyarakat, mereka membentuk sebuah mayoritas bagi orang-orang yang berbakat.-Nicole Kidman-”
June122014

Pagi ini menyapamu saja aku berbebar, pun menunggu jawabmu, bagaimana aku membohongi diriku jika seperti ini

Engkau adalah tulisan tentang keindahan yang aku mengakuinya tapi tak mengatakannya padamu

June52014
May112014

Malam ini rindu adalah kata yang dialiri teh, pada kota-kota lain dan lampu yang menyala. Kamu dan puisi-puisi tadi pagi adalah kenangan yang bergemuruh di dinding yang dicat putih. Serupa ini semacam bukan caraku menulis, tapi kamu berbeda dalam banyak sekali hal, maka di bagian mana kamu meletakkan nama, aku mengangguk saja.

March182014
adithyaarifin:

Karena bumi bukan hanya kota dan peradaban

adithyaarifin:

Karena bumi bukan hanya kota dan peradaban

February282014

Aku memilih diam karena tak cukup berani , kamu menunggu dan seperti memberiku teka-teki maka daripada saling menyakiti mari sejenak menepi

February272014
“Cinta tak pernah meminta untuk menanti. Ia mengambil kesempatan atau mempersilakan. Ia adalah keberanian atau pengorbanan.”

 Ali bin Abi Thalib (via kurniawangunadi)

Ini bukan ucapan Ali bin Abi Thalib sebenarnya. Melainkan ditulis oleh Salim A. Fillah dalam buku Jalan Cinta Para Pejuang pada bab “Mencintai Sejantan Ali”, yang mengisahkan kisah cinta Ali dan Fathimah. Adapun paragraf yang tertulis di buku tersebut sebagai berikut:

Inilah persaudaraan dan cinta, gumam Ali. Aku mengutamakan Abu Bakar atas diriku, aku mengutamakan kebahagiaan Fathimah atas cintaku. Cinta tak pernah meminta untuk menanti. Ia mengambil kesempatan atau mempersilakan. Ia adalah keberanian atau pengorbanan.

via jurnalramadhan

(via dzikraiserplus)

(via kurniawangunadi)

February212014
February192014
← Older entries Page 1 of 7
Follow @andrea_zein >